Selasa, 29 Desember 2009

surat untuk kehidupan

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Halo, hidup, apa kabar? Rasanya akhir-akhir ini kamu jadi sedikit lebih keras... benarkah saya? atau itu cuma perasaan saya? kamu tahu, belakangan ini kelenjar air mata saya jadi lebih aktif, mood saya juga jadi lebih fluktuatif. saya yakin ini buruk bagi kamu. saat ini, sesungguhnya saya hanya ingin memulai percakapan dengan kamu. karena sudah lama sekali sejak terakhir kali kita bercakap-cakap.

kadang, saya merasa ingin kembali pada bagianmu yang telah lewat. kenangan membuat saya jadi seperti itu. namun hingga kini ternyata mesin waktu belum juga menemui eksistensinya. dan kamu juga terus berputar bagai roda yang tak kenal ampun. di saat seperti itu, saya harus kembali meyakinkan diri bahwa kamu selalu dan akan selalu adil. Tuhan telah merencanakan wujudmu sedemikian rupa, dan saya yakin bahwa Tuhan Mahatahu. saya ingin terus meyakininya...

kamu merupakan enigma terbesar, saya tak pernah tahu ujungmu. ah, tidak, tidak, saya tahu ujung kamu: kematian. ya, sobatmu itulah yang akan menjadi ujungmu. saya hanya tidak tahu kapan, di mana, dan bagaimana saya akan menjumpai teman akrabmu itu. tapi... bukankah setelah saya bertemu dengan kematian, saya akan kembali menjumpaimu dengan wujud yang berbeda? hingga saat itu tiba, saya ingin banyak-banyak berbuat kebaikan, sehingga wujudmu akan jadi amat menyenangkan dan memberi saya kebahagiaan.

namun saya yakin, di balik enigma super hebatmu, kamu sebenarnya menyimpan segala jawaban. mungkin saya hanya belum siap mengetahuinya. sampai saat itu tiba, tolong bantu saya menyiapkan diri. bantu saya agar jadi lebih kuat. tempa hati saya agar tak mudah rapuh. kritisi pemikiran saya agar tak jadi orang bodoh. sampai saya siap untuk tahu, dan maju....

buat saya, karunia terbesar yang pernah Tuhan berikan pada saya adalah kamu. berkat kamu, saya bertemu berbagai macam orang. mereka semua hebat dengan cara mereka sendiri, kamu telah mengajarkan saya hal itu. beberapa dari mereka pergi, beberapa dari mereka tak lagi sama. atau.... mungkin mereka semua berubah? namun mereka bergerak ke arah yang berbeda-beda, ada yang negatif, dan ada yang positif. ya, kamu mengubah mereka, seperti kamu mengubah saya. kamu juga berubah, saya yang mengubah kamu, juga orang-orang hebat yang saya temui. perubahan kita berbanding lurus, bukan?

kamu adalah sebuah jalan yang berliku, kadang menanjak, kadang menurun, kadang juga datar. kadang berbatu, kadang mulus seperti baru diaspal. kamu mengajarkan saya bahwa kamu bukanlah sesuatu yang patut dilawan, saya seharusnya mengalir, dengan terus meminta bantuan Tuhan. seberat apapun kamu, sekeras apapun pelajaran yang kamu berikan, Tuhan tahu itu yang terbaik buat saya.

sekian sajalah, hidup. semoga kita mendapat kesempatan untuk kembali bercakap-cakap.
sampai jumpa!



dan terima kasih banyak :)

Wassalamu'alaikum Wr.Wb.

Tidak ada komentar: